Follow : Like : RSS : Mobile :

Rakyat Simeulue Minta MA Kabulkan Fatwa Pemakzulan Bupati Erli Hasim 

Foto | Istimewa | Detakjakarta.com

Ratusan rakyat Kabupaten Simeulue Aceh didampingi ormas Himas Jakarta dan Gempar Simeulue melakukan aksi damai di depan Mahkamah Agung (MA) Jakarta, Selasa (13/8), untuk mendesak MA segera mengeluarkan Fatwa Pemakzulan kepada Bupati Simeulue,  H Erli Hasim SH SAg IKom. Pasalnya sang bupati diduga kuat telah mencoreng wajah rakyat Simeuleu dengan melakukan perbuatan amoral.

Koordinator Gempar Simeulue, Zul Hamzah dalam orasinya mengatakan, perbuatan asusila bupati Erli, seperti yang telah beredar luas dalam sebuah vidio, benar-benar telah mempermalukan dan meresahkan masyarakat Simeulue khususnya, dan bahkan seluruh masyarakat  negeri Serambi Mekah.

"Aceh dikenal dengan syariat Islamnya. Karena itu kami masyarakat Simeulue merasa kaget dengan beredarnya Vidio perbuatan asusila, amoral yang diduga dilakukan oleh oknum Bupati Simeulue H. ERLI HASIM, SH SAg. IKom. Lebih kami sangat terkejut tatkala beliau pun membenarkan dan mengakui Vidio tersebut, dengan mengatakan bahwa itu ISTRI nya. Sementara masyarakat dengan kasap mata tahu dan yakin betul bahwa wanita yang ada di dalam Vidio tersebut bukanlah istri nya", papar Zul.

"Beberapa tokoh masyarakat mencoba mencari tahu secara lebih dalam dan bertanya kepada pihak yang terkait, hasilnya jelas dan pasti bahwa wanita yang berada di dalam Vidio bersama Oknum Bupati Simeulue tersebut bukanlah Istri yang SYAH yang selama ini mendampingi sang Bupati", lanjut Zul.

"Kami (GEMPAR) bagian kecil dari masyarakat Simeulue yang terpanggil dan merasa malu serta terhina dengan perlakuan pimpinan kami yang selama ini kami kenal agamis, seorang berlatar belakang pendidikan agama, Sering dipanggil khutbah, jadi imam dalam eetiap solat berjamaah dan mantan Ketua Muhammadiyah Kabupaten Simeulue, serta Ketua Partai Bulan Bintang Aceh dan berbagai organisasi Islam lainnya sudah beliau jabat. Lengkap sekali symbol-symbol sgamis yang disandang Beliau", tandas Zul Hamzah.

Dikesempatan yang sama, Ketua Himas Jakarta Ir. Denvinal MM, MBA. mengatakan, "Kami sangat sedih dan sangat malu atas kejadian tindak amoral yang diduga dilakukan oleh bupati Simeulue. Saya pribadi sangat kecewa dengan bupati Simeulue yang telah mencoreng muka pulau Simeulue.  Kami sangat sedih dan prihatin. Kami minta kepada MA untuk membantu kami menegakkan hukum di negeri ini", tandasnya.

Zul Hamzah menegaskan, Aceh dengan Syariat Islam nya tentu dan pasti tidak akan tebang pilih dalam penerapan Hukuman Syariat Islam pada Masyarakat. Termasuk kepada seorang Bupati.

"Untuk itu kami mendesak kepada DINAS SYARIAH ISLAM baik di Kabupaten Simeulue maupun di Propinsi Aceh segeralah mengambil sikap tegas untuk menerapkan Hukum Sesuai Syariah Islam pada Bupati Simeulue tersebut. Dan kami meminta kepada aparat penegak hukum baik di Tingkat Kabupaten maupun Propinsi bahkan di Tingkat Pusat agar segera mengambil langkah-langkah Hukum agar tidak terjadi Keresahan yang berkelanjutan dan konflik Horizontal, mengingat masyarakat Simeulue memiliki Fanatisme kedaerahan yang sangat keras", papanya.

Dalam petisinya yang disampaikan kepada MA, masyarakat Simeulue meminta Mahkamah Agung ( MA ) secepatnya mengeluarkan FATWA untuk memakzulkan Bupati Simeulue sebagai mana hasil dari Putusan Rapat Paripurna Anggota DPRK Simeulue yang telah di berikan MA pada minggu lalu. 

"Kami juga meminta kepada MENDAGRI segera menurunkan Tim ke Kabupaten Simeulue untuk mendalami kasus ini dan segeralah mengambil keputusan untuk memberhentikan saudara H. ERLI HASIM. SAg.SH dari jabatan nya", pungkas Zul Hamzah.    (rika/jul)