Follow : Like : RSS : Mobile :

Taat Azaz, Unindra Terus Tingkatkan Kualifikasi Dosen

Foto | Istimewa | Detakjakarta.com

Sebagai perwujudan konsistensi, taat azaz dan taat peraturan tentang rasio dosen, Universitas Indraprasta PGRI (Unindra) akan meningkatkan kualifikasi seluruh dosen yang dimilikinya, secara bertahap, agar memiliki gelar Doktor (S3). Hal ini ditegaskas Rektor Universitas Indraprasta PGRI (Unindra) Prof. Dr. H. Sumaryoto saat Wisuda ke 62 Unindra Semester Genap 2017-2018 di Sasono Budoyo TMII, Jakarta, Rabu (12/9).

Pada Wisuda yang juga dihadiri LL Dikti, PB PGRI, YPLP PT, dewan kurator Unindra ini, dilantik sebanyak 1.349 wisudawan, yang terdiri dari 1.153 program S1, dan 196 program S2, menjadi Sarjana dan Magister.

"Kita baru berulang tahun ke-14. Tapi jumlah mahasiswa Unindra sudah mencapai 36.455 mahasiswa. Pada waktu berdiri tahun 2004, mahasiswa kita baru 4.155. Sudah sepatutnya (wajar kalau) kondisi dosen kita 50% lebih masih yunior dan baru punya jenjang jabatan akademik asisten ahli", kata Sumaryoto.

Oleh karena itu, lanjut Sumaryoto, secara bertahap dan berkelanjutan, Unindra akan memenuhi rasio dosen dengan merekrut dosen baru dan meningkatkan kualufikasi dosen yang ada agar bergelar Doktor.

"Mulai semester genap 2018-2019 kami juga sudah punya program dalam rangka meningkatkan kualifikasi dosen untuk memperoleh gelar Doktor. Mulai semester ini, tiap tahun akan diberangkatkan 45 orang dosen. Jadi kalo toh (saat ini) masih ada kekurangan, itu semata-mata karena sedang berproses. Bukan karena kelalaian kita", jelas Sumaryoto.

Sumaryoto juga menginformasikan, ditengah ulang tahun ke-14 ini, Unindra menerima kado luar biasa yaitu pengakuan pemerintah (BAN PT),, "kita terakreditasi institusi dengan peringkat B", ujarnya.

Selain itu, saat ini Unindra juga sedang mengurus IMB untuk 2 unit gedung yakni unit 8 dan 9. "Kita memang sudah memiliki 7 unit gedung. Diharapkan dengan ini Unindra kedepan betul-betul pantas, layak mendapat akreditasi B. Dan jangka panjang, sesuai visi kita tahun 2029 kita ingin menjadi excellent teaching university", papar Sumaryoto.

Kepada para wisudawan Sumaryoto berpesan untuk terus menimba ilmu kapan dan dimanapun berada. "Menjadi sarjana atau magister bukan berarti berhenti belajar. Tuntutlah ilmu sejak lahir hingga liang lahat. Jadikan sebagai salah satu ibadah kita. Saya harap terjun di masyarakat juga tetap memperhatikan bahwa kewajiban saudara-saudara adalah menjaga nama baik almamater", pungkas Sumaryoto.

Sementara Kepala Lembaga Layanan Pendidikan Tinggi melalui Sekertaris LL Dikti, Dr. M Samsuri SPd MT, menyampaikan tiga pesan khusus kepada para wisudawan.

"Tantangan nyata di masyarakat sudah menanti. Kami sampaikan 3 pesan :
Pertama, Berfikiran dan Berperilakulah sebagai Seorang Pelayan. Artinya yang ada dipikiran kita adalah memberikan pelayanan kepada masyarakat. Prinsipnya adalah memberi terlebih dahulu tanpa berfikir apa yang harus kita terima", ucapnya.

Kedua, Tanamkan Prinsip Rendah Hati. Karena dengan rendah hati itulah sejatinya pemenang. Melakukan sesuatu jauh dari sifat sombong. Menilai diri sendiri sewajarnya. Prinsip rendah hati ini harus ditanamkan agar dapat menjadi pelayan yang baik.

"Ketiga, Agar menjadi pelayan masyarakat maka tanamkan sifat integritas yang tinggi. Ini yang saat ini mulai terdegradasi. Kunci integritas adalah kejujuran dan open mind", pesan LL Dikti.

PB PGRI melalui Wakil Sekertaris YPLP Pusat PGRI, Dr. H Basarudin Tayat MPd. menambahkan, "Wisuda bukan akhir pendidikan. Jadikan batu loncatan untuk pendidikan lebih tinggi. Anda tidak saja akan bersaing dengan lulusan perguruan tinggi seluruh Indonesia, tapi juga akan berhadapan dengan lulusan luar negeri. Maka teruslah belajar dan tingkatkan kompetensi diri. Jadilah pelopor pencerahan, pelopor kemajuan serta agen perubahan dimanapun berada". (PUR)