Follow : Like : RSS : Mobile :

Sumaryoto, Tidak Cukup Bakat Untuk Jadi Pengusaha, Butuh Optimisme dan Inovatif

Foto | Istimewa | Detakjakarta.com

Rektor Universitas Indraprasta PGRI (Unindra) Prof. Dr. H. Sumaryoto menrgaskan, tidak cukup hanya memilki modal dan bakat untuk menjadi seorang pengusaha handal, namun juga dibutuhkan karakter, optimisme dan mampu selalu berinovasi.

"Yang perlu saya garis bawahi, seorang wirausaha sangat ditentukan oleh bakat, karakter, juga berani mengambil resiko, juga optismis dan yang didukung juga Inovatif, bisa menciptakan hal-hal yang baru sebagai terobosan", kata Sumaryoto dalam sambutannya saat membuka Diskusi Panel Nasional Pendidikan Kewirausahaan di Kampus B Unindra, Pasar Rebo, Jakarta, Sabtu (29/7).

Diskusi Panel Nasional dengan tema "Memajukan Kewirausahaan dalam Upaya Membangun Indonesia" tersebut menghadirkan pembicara utama Prof. Dr. H Yuyun Wirasamita (Guru Besar UNPAD Bandung), dan Dr. dedi Purwana SE. M.Bus (Dekan Fakultas Ekonomi UNJ), serta Pembicara Kunci Prof. Dr. H. Sumaryoto (Rektor Unindra).

Sumaryoto menegaskan, untuk membentuk wirausahawan yang tangguh, berkarakter dan inovatif, campus Unindra telah mengadakan program kewirausahaan selama dua semester.

"Di Unindra, sejak tahun 2006 mata kuliah Wirausaha ada 2 semester.
Semester pertama secara konprehensif teori secara mendalam dan semester kedua mengarah ke praktikum", ungkapnya.

Menurut Sumaryoto, keberadaan wirausahawan tangguh sangat menentukan dalam upaya pembangunan ekonomi suatu negara.

"Pembangunan ekonomi suatu negara sangat ditentukan oleh peran pengusaha, peran kewirausahaan karena mereka adalah orang yang kreatif, inovatif, orang yang antisipatif dan orang yang bisa menciptakan pasar baru. Dari sinilah maka akan tercipta suatu negara yang maju dan otomatis menjadi negara yang kuat", ujarnya.

Pembicara kedua, Prof. Dr. H. Yuyun Wirasamita menambahkan, wirausahawan di Indonesia umumnya berada dalam naungan koperasi

"Kesalahan pada pendirian Koperasi saat ini yang tidak diperhatikan adalah kebutuhan yang akan dikelola harus kebutuhan yang langgeng, lalu sebagai anggota juga harus juga menjadi pemilik dan sekaligus jadi pelanggan dan dari koperasi selain pembagian SHU yang penting harga di koperasi lebih murah dari tempat usaha lain, beberapa hal inilah yang perlu diperhatikan oleh Kementerian Koperasi", tandasnya. (Pur)